Kurang Darah

Sesungguhnya kurang darah bukanlah penyakit, melainkan gejala dari sejumlah penyakit yang ada di belakangnya. Kurang darah dapat berarti darah berkurang baik dalam hal jumlah sel darahnya (sel darah merah, sel darah putih, sel pembeku darah) atau mungkin berkurang dalam hal kualitas sel darah merah. Satuan pengukur kualitas sel darah merah dipakai pemerah sel darah merah atau haemoglobin (Hb).

Dengan mengukur berapa besar kadar Hb dapat diketahui apakah darah tidak tergolong anemia. Ukuran anemia tidaknya ditentukan oleh kadar Hb. Selain itu anemia juga ada yang ditentukan oleh ukuran jumlah dan sifat sel darah merahnya. Anemia kekurangan zat besi (Fe) berbeda kelainan sel darah merahnya dengan anemia kekurangan vitamin B12, folic acid atau sebab kekurangan protein. Demikian pula anemia sebab mendadak banyak mengeluarkan darah (perdarahan).

Kurang darah yang umumnya sering dialami oleh akum perempuan lebih sering jenis yang kekurangan zat besi, sebab darah secara rutin terbuang oleh keluarnya darah haid. Jadi, kalau diperiksa anemianya tergolong defisiensi zat besi. Obatnya dengan menambah tablet zat besi (sulfas ferosus).

Kurang darah umumnya menunjukkan gejala seperti keluhan lesu dan lemas, pengidap anemia, wajah terlihat pucat pasi, selaput merah mata yang lebih pucat, telapak tangan putih, begitu juga dengan warna bibir yang tidak semerah delima. Terapinya tak cukup hanya dengan menambah tablet zat besi. Sambil dinaikkan kadar Hb-nya dengan preparat zat besi, sekaligus penyebab anemianya harus dicari, lalu ditanggulangi.

Penyebab kurang darah yang paling sering terjadi adalah kekurangan unsur besi yang dibutuhkan untuk sintesa warnadarh merah. Hemoglobin in berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke semua sel tubuh.

Oksigen adalah bahan bakar dari sel-sel kita. Bila terdapat kekurangan, terjadilah perasaan kurang energi dan kita merasakan diri ini selalu lelah. Siapapun akan selalu merasakan kurang darah baik anak-anak, pria, wanita, remaj dan semua kalangan usia, termasuk ibu hamil yang juga cukup rentan kekurangan darah.

Beberapa faktor resiko seseorang mengalami penyakit anemia atau kurang darah adalah :

  1. Asupan gizi pada makanan yang rendah
  2. Gangguan yang terjadi pada saluran usus kecil atau juga operasi yang berkenaan dengan usus kecil
  3. Menstruasi dengan berlebihan
  4. Kehamilan
  5. Kondisi kronis misalnya seperti penyakit kanker, gagal ginjal atau kegagalan pada hati
  6. Dan akibat penyakit keturunan

Infeksi kurang darah yang terjadi akibat jenis infeksi tertenti dibagian darah dan autoimun, terkena racun kimia dan juga menggunakan beberapa jenis obat yang mempengaruhi produksi dari sel darah merah yang akan menjadi penyebab dari penyakit anemia atau kurang darah. Resiko lainnya yang terjadi adalah penyakit diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian yang ketat serta kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi atau vitamin B12 di dalam makanannya.

Dibawah ini beberapa cara mengatasi kurang darah atau anemia adalah :

  1. Konsumsi sayuran hijau
    Mengonsumsi banyak sayuran hijau untuk penderita anemia adalah salah satu cara terbaik dalam membantu meningkatkan kadar sel darah merah. Hal ini disebabkan karena sayuran hijau mengandung zat besi yang tinggi yang bisa membantu proses dari pembentukan sel darah merah. Selain itu juga sayuran hijau merupakan salah satu makanan yang sangat dianjurkan oleh dokter untuk dimakan pada penderita penyakit anemia misalnya seperti sayur bayam dan sayur katuk. Atau Anda juga bisa mencoba sayuran yang lainnya seperti seledri, sayur kubis dan kol.
  2. Mengonsumsi hati ayam
    Hati ayam bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit anemia karena memang wanita lebih sering terserang penyakit anemia. Hati ayam mengandung zat besi yang tinggi jadi sangat bai untuk membantu proses pembentukan dari sel darah merah. Anda bisa juga mencoba hati bebek dalam membantu meningkatkan sel darah merah di dalam tubuh.
  3. Mengonsumsi buah-buahan
    Kandungan gizi dan vitamin yang ada di dalam buah sangat tinggi. Dengan mengonsumsi buah-buahan, maka Anda bisa membantu cara mengatasi penyakit anemia yang Anda alami. Hal ini disebabkan karena buah-buhaan bisa membuat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih cepat. Tentu saja hal ini sangat baik untuk membantu proses terjadinya pembentukan dari sel darah merah. Buah-buahan  yang bisa anda coba konsumsi adalah buah semangka, buah anggur, dan buah apel.
  4. Daun bawang
    Cara mengatasi anemia secara alami yang lainnya adalah mengonsumsi daun bawang. Anda bisa menggunakan daun bawang karena kandungan zat besi yang ada di dalam daun bawang sangat tinggi. Dan selain itu juga daun bawang mengandung kadar protein ferropotin yang bisa membantu menyalurkan zat besi ke seluruh tubuh. Caranya adalah rebuslah daun bawang dengan air secukupnya, kemudian tambahkanlah sebutir kuning telur ayam kampung dan setelah itu konsumsilah. Untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi, maka sebaiknya makanlah 2 kali sehari.
  5. Mengonsumsi kacang almond
    Kacang almond banyak mengandung zat besi yang tinggi sehingga untuk penderita penyakit anemia kurang darah sangat baik. Karena zat besi yang ada di dalamnya bisa membantu proses pembentukan dari sel darah merah. Dan selain itu juga, alternatif lainnya yang bisa Anda coba adalah memakan kacang merah.

Kurang Darah

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Atau Kurang Darah

Pernah menderita penyakit kurang darah? Tahukah Anda apa nama kedokteran penyakit kurang darah? Penyakit kurang darah disebut juga dengan penyakit anemia. Penyakit anemia atau kurang darah ini biasanya ditandai dengan suatu keadaan sel-sel darah merah atau eritrosit yang berkurang produksinya karena rendahnya dari kadar hemoglobin yang ada di dalam darah. Penyebab dari penyakit anemia atau kurang darah ini adalah karena kekurangan zat besi atau juga kurangnya konsumsi vitamin B12.

 

Penyebab lain dari penyakit anemia atau kurang darah lainnya adalah disebabkan karena sedang hamil, darah yang keluar terlalu banyak saat menstruasi sedang berlangsung. Mimisan yang terjadi dengan sering serta pendarahan yang terjadi gastrointestinal juga merupakan salah satu penyebab dari kurangnya darah di dalam tubuh.

Gejala yang ditandai dari penyakit anemia atau kurang darah adalah lesu, lemah, muka pucat, dan tidak bergairah. Kadang juga ditambah dengan sakit kepala, mudah marah. Tidak fokus dalam melakukan sesuatu dan lebih riskan untuk terserang berbagai infeksi. Mereka yang biasanya mengalami masalah kurang darah yang parah akan menunjukkan suatu gejala seperti kuku yyang rapuh dan sendok, bibir pecah-pecah, lidah lunak, dan sulit untuk menelan.

Cara mengobati penyakit anemia atau kurang darah bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti dibawah ini :
Bahan : satu genggam daun bayam duri, 1 buah kuning telur, dan 1 sdm madu.
Cara membuatnya : Cuci bersih terlebih dahulu daun bayam duri kemudian digiling sampai halus. Kemudian dicampurkan dengan setengah gelas air yang sudah matang, peras dan kemudian saring. Setelah itu masukkanlah satu buah kuning telur ayam dan juga satu sdm madu, setelah itu dikocok hingga semua tercampur merata.
Cara pemakaian : konsumsilah ramuan ini untuk diminum 2 kali dalam sehari dengan kadar dosis setiap kali minumnya adalah satu gelas .

Cara mengatasi masalah penyakit anemia atau kurang darah adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan dibawah ini :

  1. Makanan yang mengandung zat besi
    Zat besi digunakan oleh tubuh untuk pembentukan hemoglobin. Hemoglobin bisa membantu membawa serta menyimpan oksigen di dalam tubuh. Selain itu juga mengonsumsi jenis makanan yang alami yang mengandung zat besi bisa membantu mencegah terjadinya anemia dan juga memastikan sel-sel di dalam tubuh mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Sumber dari zat besi yang berasal dari makanan antaara lain adalah makanan seperti daging merah, daging organ misalnya seperti ginjal dan hati, dan juga kacang-kacangan yang termasuk salah satunya adalah kacang lentil, sayuran yang berdaun hijau, misalnya adalah sayur bayam dan kangkung, plum kering dan juga kismis kering dan kuning telur.
  2. Makanan kaya akan vitamin B12
    Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin B kompleks yang sangat penting untuk proses dari sintesis DNA dan juga untuk produksi dari sel darah merah yang ada di dalam sumsum tulang. Selain itu, rendahnya tingkat dari B12 yang bisa mengakibatkan terjadinya pembelajan pada sel yang tidak normal dalam sumsum tulang sehingga akan memproduksi sel darah merah yang belum matang yang dienal dengan istilah megalobstatis. Pasien dengan kasus penyakit seperti ini akan mengalami penyakit anemia meganloblastik karena sel-sel darah merah yang tidak normal yang bisa menyimpan atau juga mengangkut suplai oksigen masuk ke dalam sel tubuh. Sumber-sumber dari vitamin B12 yang alami yang bisa didapatkan dari makanan akan bisa ditemukan didalam jenis makanan hewan misalnya seperti produk makanan olahan yang sudah diperkaya dengan vitamin B12, misalnya seperti hati sapi, daging merah, telur susu, produk susui, sereal dan juga ragi gizi. Anda juga disarankan untuk memeriksa label dari produk makanan untuk membantu memeriksa keadaan dari vitamin B12 yang dikandung pada masing-masing produk yang hendak Anda konsumsi.
  3. Makanan yang mengandung asam folat tinggi
    Asam folat dikenal juga sebagai salah satu vitamin B9, dan merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks yang bisa membantu tubuh Anda untuk bisa menghasilkan sel-sel darah merah baru yang sehat. Dan seseorang yang mengalami kekurangan asam folat maka mereka akan beresiko mengalami masalah penyakit anemia atau kurang darah. Contoh jenis makanan yang mengandung asam folat tinggi adalakh roti dan juga serea atau makanan olahan yang mengandung sayuran hijau jenis kangkung dan bayam, kacang kering, kacang polong serta kacang-kacangan. Dan sebagai tambahannya adalah, asupan dari vitamin C yang sangat cukup juga merupakan salah satu hal penting untuk membantu proses penyerapan dari zat besi dalam makanan. Dan sumber dari vitamin C yang baik beberapa diantaranya adalah seperti buah jeruk, buah melon, buah berri, buah leci, dan buah jambu biji.
  4. Makanan laut
    Untuk Anda penderita penyakit anemia atau kurang darah, maka mengonsumsi jenis makanan hidangan laut dari haiwan yang dimakan paling tidak sekurang kurangnya 3 kali dalam seminggu.
  5. Jus limau
    Anda bisa memerah jus limau ke atas hidangan makanan Anda
  6. Ikan bilis
    Anda bisa membuat olahan ikan bilis yang dibuang kepala serta isi daru perutya, atau udang kering sebagai perenyah makanan dalam meningkatkan kadar sel darah merah di dalam tubuh.

Penyakit Anemia Atau Kurang Darah

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kurang Darah Anemia

Kurang Darah Anemia – Suatu keadaan yang ditandai dengan kurangnya sel-sel darah merah (eritorist) karena kadar hemoglobin yang rendah dalam darah disebut juga dengan kurang darah anemia. Hemoglobin merupakan penyusun darah merah yang bertugas mengikat oksigen dari paru dan membawanya ke seluruh jaringan tubuh. Dalam pembentukan hemoglobin diperlukan zat besi, jika tubuh kekurangan zat besi, maka akan menghambat pembentukan hemoglobin. Akibanya pembentukan sel darah merah terhambat sehingga mengakibatkan anemia. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan anemia, seperti kekurangan zat besi dan atau vitamin B12, kehamilan, kehilangan banyak darah karena menstruasi yang berlebihan saat mimisan, serta pendarahan gastrointestinal.

Sesungguhnya kurang darah anemia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari sejumlah penyakit yang ada di belakangnya. Kurang darah dapat berarti darah berkurang baik dalam hal jumlah sel darahnya (sel darah merah, sel darah putih, sel pembeku darah) atau mungkin berkurang dalam hal kualitas sel darah memrah.  Satuan pengukur kualitas sel darah merah dipakai pemerah sel darah merah atau hemoglobin (Hb). Dengan mengukur beapa besar kadar Hb dapat diketahui apakah darah tifak terglong anemia. Ukuran anemia tidaknya ditentukan oleh kadar Hb. Selain itu, anemia juga ada yang ditentukan oleh ukuran jumlah dan sifat sel darah merahnya. Anemia kekurangan zat besi  (F2) berbeda kelainan sel darah merahnya dengan anemia kekurangan vitamin B12, folic acid atau sebab kekurangan protein. Demikian pula anemia ebab mendadak banyak mengeluarkan darah (pendarahan).

 

Kurang darah anemia pada kaum wanita lebih sering jenis yang kekurangan zat besi, sebab darah rutin terbuang oleh keluarnya darah haid. Jadi kalau diperiksa anemianya tergolong defisiensi zat besi. Obatnya  dengan menambah tablet zat besi (sulfas ferosus). Perempuan yang haidnya banyak dan lebih sering atau mengidap penyakit cacingan (cacing tambang) atau wasir yang sering berdarah, mengidap kanker, p0penyakit kelainan darah, umumnya tergolong anemia jenis kekurangan zat besi juga. Selain keluhan lesu, letih, dan lemas, pengidap anemia gampang dikenali dengan melihat wajah yang pasi, selaput merah mata (conjunctiva) yang lebih pucat, telapak tangan putih, begitu dengan warna bibir yang tidak semerah delima. Terapinya tak cukup hanya dengan menambah tablet  zat besi. Sambil dinaikkan kadar Hb-nya dengan preparat zat besi, sekaligus penyebab anemianya harus dicari, lalu ditanggulangi.

Kurang darah anemia mengurangi produktifitas, menganggu kerja dan tampilan ehari-hari. Jika diidap selam hamil , mengganggu janin dikandungan. Pada persalinan beresiko  terjadi pendarahan jika anemianya tergolong berat, bisa membebani kerja jantung. Lama-lama jantung membengkak dan akhrnya bisa payah jantung (heart failure) juga.

Kebanyakan perempuan hamil kita kedapatan anemia. Pemberian tambahan tablet zat besi diperlukan. Jika sel darah kekurangan kandungan Hb, maka daya mengikat oksigennya rendah. Berarti pasokan oksigen buat anak yang dikandung juga tidak optimal sehingga pertumbuhan anak dalam kandungan  tidak penuh.

Gejala kurang darah anemia adalah :

  1. Kelopak mata pucat
    Untuk mendeteksi seseorang terkena masalah penyakit anemia atau tidak adalah terbilang cukup mudah, lihatlah kelopak matanya. Jika kelopak matanya pucat yang terlihat di bagian bawah mata.
  2. Sering mengalami kelelahan
    Jika Anda sering merasakan kelelahan seoanjang waktu paling tidak selama 1 bulan atau bahkan lebih bisa jadi Anda mengalami masalah penyakit anemia yang disebabkan karena jumlah sel darah merah yang rendah. Selain itu pasokan dari energi tubuh yang sangat bergantung dari oksidasi dan juga sel darah merah yang menjadi semakin rendah pada sel darah merah, tingkat dari oksidasi di dalam tubuh yang juga akan mengalami penurunan.
  3. Sering mual
    Untuk penderita penyakit anemia, baisanya mereka akan merasakan sering gejala morning sickness atau mual setelah mereka bangun tidur atau setelah bangun dari tempat tidur.
  4. Sakit kepala
    Penyakit anemia atau kurang darah sering menunjukkan suatu gejala sakit kepala dengan terus menerus. Kukurangan dari sel darah merah ini akan membuat otak mengalami kekurangan asupan oksigen. Hal ini juga sering mengakbatkan penderita mengalami masalah sakit kepala.
  5. Ujung jari pucat
    Disaat Anda sedang menekan ujung jari, maka biasanya mereka yang menderita penyakit anemia akan mengalami perubahan pada ujung jari. Perubahan yang terjadi pada ujung jari akan berubah menjadi pucat dan menjadi putih.
  6. Sesak nafas
    Akibat dari jumlah sel darah yang rendah yang bisa menurunkan tingkat dari oksigen di dalam tubuh. Hal ini akan membuat penderita anemia akan sering mengalami masalah sesak nafas dan sering terengah-engah atau nafas pendek disaat sedang melakukan aktivitas mereka sehari-hari misalnya adalah saat sedang berjalan.
  7. Denyut pada jantung yang tidak teratur
    Palpitasi merupakan istilah medis untuk kondisi denyut jantung yang berdetak dengan tidak teratur, detakan yang terjadi terlalu kuat atau juga mempunyai kecepatan yang tidak normal. Disaat tubuh sedang mengalami masalah kekurangan oksigen, denyut jantung biasanya lama kelamaan akan meningkat dan hal ini akan menyebabkan jantung menjadi berdebar tidak teratur dan menjadi lebih cepat.
  8. Wajah yang pucat
    Penderita anemia biasanya akan mengalami wajah pucat dan kulit yang trlihat agak berwarna putih kekuningan.
  9. Rambut rontok
    Masalah rambut rontok bisa saja menjadi salah satu gejala dari penyakit anemia. Disaat kulit kepala tidak bisa mendapatkan makanan yang cukup di dalam tubuh, maka biasanya Anda akan mengalami penipisan yang terjadi pada rambut dengan cepat.

Kurang Darah Anemia

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Anemia Pada Wanita

Anemia Pada Wanita – Cara tes sederhana mengetahui anemia adalah dengan telapak tangan atau kuku jari tangan selama satu detik, setelah itu lepaskan dan amati warnanya. Bila telapak tangan atau kuku jari terlihat pucat kebiruan dan tidak segera merah, itu artinya anda mengalami anemia.

Anemia Pada Wanita adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dalam tubuh kurang dari normal. Hemoglobin itu sendiri adalah protein dalam sel darah yang membawa oksigen ke dalam seluruh tubuh. Dikatakan anemia bila kadar hemglobinnya kurang dari 12 g/dl. Selain kulit yang menjadi pucat, anemia punya gejala lain. Sebut saja mulai dari pusing dan mata berkunang-kunang, lemah, mudah letih, lesu, mudah mengantuk, atau cepat lelah saat bekerja. Kulit pucat itu sendiri bisa tampak juga dari wajah atau bibir. Hal ini tentu saja akan menganggu penampilan.

Seorang wanita aktif membutuhkan 26 mg zat besi/ hari. Kebutuhan ini lebih  itnggi daripada pria. Saat zat besi yang dibutuhkan untuk menjaga kadar hemoglobin dalam darah tidak tercukupi, maka anemia bisa terjadi. Padahal, setiap menstruasi, wanita kehilangan 12-15 mg elemen zat besi. Karena itulah, wanita perlu mewaspadai anemia saat menstruasi.

Sebagai usaha pencegahan Anemia Pada Wanita, coba konsumsi makanan berzat besi. Ada hati saping, daging, telur, susu, atau kacang tanah sebagai pilihan. Namun perhatikan bahwa konsumsi tersebut belum tentu cukup. Ini karena daya absorbsi zat besi pada beberapa makanan, seperti telur, susu, dan kacang-kacangan tergolong rendah. Untuk mengatasinya, anda sebaiknya mengombinasikan dengan makanan bervitamin C karena dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Cara lain, konsumsi suplemen penambah darah yang praktis.

Penyebab yang terjadi anemia pada wanita adalah untuk wanita yang sedang masuk usia subur, biasanya akan lebih rentan atau lebih sering mengalami masalah ini, terutama jika disebabkan karena kekurangan darah setiap bulannya di siklus haid. Banyak wanita yang mengalami masalah penyakit anemia di saat sedang hamil. Terdapat berbagai jenis bentuk penyakit anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi yakni adalah :

  1. Anemia kekurangan vitamin
  2. Anemia kekurangan zat besi
  3. Anemia aplastik
  4. Anemia hemolitik
  5. Anemia sel sabut
  6. Dan anemia yang disebabkan karena penyakit kronis serta akibat penyakit sumsum tulang.

Penyebab dari anemia difisiensi besi bisa disebabkan karena kurangnya zat besi untuk tingkat yang lebih besar dibandingkan oleh tingkat normal karena mengalami kehilangan darah yang diakibatkan dari penyakit ambeien atau wasir, polip hidung, tukak lambung, penyakit tumor, dan menstruasi. Diet yang rendah zat besi serta penyerapan yang buruk pada zat besi juga bisa menjadi salah satu penyebab dari anemia untuk jenis ini.

Gejala atau tanda anemia pada wanita biasanya hampir mirip dengan gejala yang anemia yang terjadi pada pria. Gejalanya yang berbeda semua tergantung dari jenis tertentu serta dari tingkat keparahan pada suatu kondisi atau suatu keadaan. Penyakit anemia ringan mungkin tidak akan memberikan suatu gejala atau hanya menghasilkan suatu gejala yang ringan saja. Dan beriut beberapa gejala penyakit anemia pada wanita adalah

  1. Kelelahan yang sering
  2. Sesak nafas
  3. Denyut jantung yang terjadi tidak teratur
  4. Sakit kepala atau pusing
  5. Tangan dan kaki yang terasa dingin
  6. Penurunan daya ingat
  7. Kulit pucat
  8. Lebih cepat marah
  9. Sakit kepala
  10. Serta pikun

Jenis penyakit kurang darah atau enmia yang lebih parah misalnya seperti jenis penyakit kurang darah sel sabut yang bisa memproduksi beberapa gejala yang lain misalnya adalah pembengkakan pada kaki dan tangan, penyakut kuning, nyeri atau sakit dibagian dada dan nyei sendi serta masalah pada penglihatan. Penyakit kurang darah hemolitik juga bisa mengakibatkan resiko penyakit kuning, sakit diibagian perut dan juga dibagian tubuh lain. Gejala dari penyakit kutang darah aplastik yang sama atau mirip dengan gejala umum untuk keadaan ini. Selain itu juga bisa mengakibatkan terjadinya gusi berdarah, mimisan dan pembekuan darah yang menjadi lebih lambat.

Cara mengatasi anemia atau kurang darah secara alami adalah salah satunya dengan mengonsumsi suplemen zat besi yang sangat dibutuhkan oleh penderita kurang darah karena kurangnya asupan zat besi di dalam tubuh. selain itu, diet kaya nutrisi yang mengandung asupan zat besi juga membantu untuk meringankan terjadinya penyakit anemia jenis ini. Penyakit anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12, dan juga asam folat yang bisa diobati menggunakan suplemen vitamin ini. Untuk jenis penyakit kurang darah anemia aplastik, transfusi darah atau juga  tindakan transplantasi sumsum tulang sangat di butuhkan dalam tindakan pengobatan. Transplantasi dari sumsum tulang dengan menggunakan jenis obat yang tepat dan kemoterapi yang biasanya dilakukan untuk membantu mengobati penyakit anemia sel sabit bisa meliputi pemberian dari obat antibiotik, transfusi darah, dan juga suplemen dari asam folat. Bisa dilihat dari pengobatan yang biasanya diberikan bisa menjadi sangat bervariasi tergantung dari beberapa jenis anemia yang dialami.

Gejala lainnya yang terjadi misalnya adalah seperti lebih mudah lelah, lemah, dan kurangnya konsentrasi biasanya sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk hasil stres fisik dan juga mental.

Anemia Pada Wanita

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal

Anemia adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada penyakit gagal ginjal kronis. Anemia pada pasien PGK bisa memperburuk kondisinya. Gejala anemia pada penderita PGK hampir sama dengan gejala anemia secara umum, antara lain ; terlihat pucat, merasa lemah dan lesu, serta berkurangnya semangat kerja. Hanya saja pada pendeerita PGK seringkali disertai dengan rasa mual dan muntah akibat tingginya racun (uremik toksin) akibat kegagalan ginjal membuang racun tersebut.

Anemia sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Anemia sangat berkaitan dengan efek terhadap kualitas hidup penderita terutama fatigue (kelelahan yang sangat). Untuk mengatasinya terdapat beberapa terapi antara lain :

  1. Terapi Obat atau Transfusi Darah. Keadaan anemia pada penderita PGK bisa memperburuk kondisi penderitanya. Oloeh sebab itu harus dilakukan terapi pada pasien PGK yang menderita PGK . Terapi yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Sementara pada kondisi berat , terapi pada anemia pasien PGK dilakukan dengan transfusi darah dan suntikan hormon eritropoitin. Pengobatan-pengobatan ini tidak memperburuk kondisi ginjal. Tentu harus diperhatikan efek samping masing-masing pengobatan. Transfusi darah diberikan pada keadaan anemia berat, terutama bila ada gejala-gejala gagal jantung. Transfusi darah akan cepat menaikkan kadar Hb, tetapi mempunyai banyak efek samping . Efek samping transfusi darah antara lain: berpotensi tertular penyakit infeksi (hepatitis, malaria, HIV, dan lain-lain), reaksi alergi atau hemolitik, kelebihan besi dan gagal nafas akibat transfusi (Transfusion Related Acute Lung Injury=TRALI)
  2. Terapi Hormon Testosteron juga dikatakan bisa digunakan untuk terapi anemia pada pasien PGK. Testosteron adalah hormon laki-laki yang mampu menstimulasi produksi sel darah merah oleh sumsung tulang belakang. Hanya saja, efek terapi ini kurang memuaskan, yaitu pada wanita bisa menimbulkan gejala timbulnya rambut berlebih, timbulnya kumis, dan janggut. Sementara pada laku-laki, terapi bisa merangsang pertumbuhan tumor prostat. Sebelum ditemukan hormon erittopoitin memang pernah di coba hormon testosteron untuk memperbaiki anemia pada penderita PGK, tetapi hasilnya kurang memuaskan
  3. Rexcombinant human erythropoitin (EPO) Selain dengan terapi obat dan transfusi darah atau hormon testosteron menurut konsensus manajemen anemi pada PGK (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) yang saat ini menjadi standar untuk terapi hormonal penderita anemi pada PGK adalah Recombinant human Erythropoitin (EPO). EPO adalah suatu hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Sel darah merah mengandung hemoglobin (Hb) yang tugasnya antara lain mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Bila seseorang kekurangan oksigen maka jaringan tubuh, maka jaringan tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk beraktifitas. Kemudian jantung dipacu bekerja lebih keras agar kebutuhan oksigen dapat dipenuhi. Lambat laun jantung menjadi lelah dan disebut gagal jantung. Indikasi pemberian EPO pada PGK adalah bila Hb< 10 gr/dl.

EPO sangat efektif meningkatkan Hb pada penderita PGK. Sudah banyak penelitian yang membuktikan keberhasilan terapi EPO pada penderita PGK. Hanya saja bila Hb terlalu meningkat maka darah akan menjadi terlalu kenbtal sehingga mungkin akan menyebabkan stroke atau efek samping lain. Oleh karena itu, target pencapaian Hb pada penderita PGK adalah 11-12 gr/ dl.

Sebelumnya pasien penyakit anemia mendapat terapi EPO, pasien PGK terlebih dulu harus melakukan pemeriksaan status kadar besi. Baru terapi EPO dapat diberikan. Bila tidak status kadar besi harus diperbaiki terlebih dahulu.

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Obat Herbal Kurang Darah

Kurang darah adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kurangnya sel-sel darah merah (eritrosit) karena kadar hemoglobin yang rendah dalam darah. Hemoglobin merupakan penyusun sel darah merah yang bertugas mengikat oksigen dari paru dan membawanya ke seluruh jaringan tubuh. Dalam pembentukan hemoglobin diperlukan zat besi. Jika tubuh kekurangan zat besi maka akan menghambat pembentukan hemoglobin. Akibatnya, pembentukan sel darah merah terhambat sehingga mengakibatkan anemia.

Penyebab Kurang Darah

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan anemia, seperti kekurangan zat besi dan vitamin B12, kehamilan, kehilangan banyak darah karena menstruasi yang berlebihan, sering mimisan serta pendarahan gastrointestinal.

Gejala dan Tanda-Tanda

1. Kelelahan, lesu, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala, serta mudah marah

2. Tidak mampu berkonsentrasi dan rentan terhadap infeksi

3. Pada anemia kronis, gejalanya bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah lunak, serta sulit menelan.

Cara Mencegah Kurang Darah

Mengkonsumsi bahan makanan yang kaya zat besi, seperti bayam, hati, dan kacang-kacangan.

Ramuan Herbal Kurang Darah

1. Ramuan Pertama

Bahan-Bahan :

- 100 gram kacang hijau
- 15 butir angco (Kurma Tiongkok)
- 30 gram kismis

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Lalu rebus hingga menjadi bubur
- Makan 3 kali sehari

2. Ramuan Kedua

Bahan-Bahan :

- Hati ayam secukupnya
- 60 gram bayam merah
- 30 gram daun kacang panjang

Cara Pemakaian :

- Cuci bersih semua bahan
- Lalu rebus dengan air secukupnya atau olah menjadi makanan sesuai selera Anda
- Kemudian makan sampai habis

3. Ramuan Ketiga

Bahan-Bahan :

- 30 buah buni matang
- 20 buah murbei
- 20 gram kunyit
- 1 sendok makan madu

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Kemudian blender dengan menambahkan 100cc air
- Saring dan tambahkan madu lalu diminum

4. Ramuan Keempat

Bahan-Bahan :

- 25 gram lempuyang wangi
- 30 gram daun bayam duri

Cara Pemakaian :

- Cuci bersih semua bahan
- Lalu rebus dengan 600cc air hingga tersisa 200cc
- Kemudian saring dan minum
- Lakukan secara teratur

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia

Anemia lebih banyak menyerang wanita pada umumnya. Hemoglobin terdapat dalam sel darah merah dan berturut-turut membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh.

Berkurangnya hemoglobin didalam darah akan mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen, Gejalanya adalah badan menjadi lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Wajah tampak pucat, mata berkunang-kunang dan kurangnya nafsu makan.

Akibatnya produktivitas menurun, vitalitas dan kebugaran tubuh menurun, rentan terhadap penyakit, dapat mengakibatkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah atau bahkan prematur, serta memperbesar resiko kematian.

Faktor resiko terjadinya aneia kekurangan zat besi memang lebih banyak terjadi pada wanita, dibandingkan pada kaum pria.

Karena cadangan zat besi dalam tubuh wanita lebih sedikit dibandingkan pria, sedangkan kebutuhan per harinya justru lebih tinggi.

Setiap harinya seorang wanita akan kehilangan sekira 1-2 mg zat besi melalu ekskresi secara normal. Pada saat haid, kehilangan zat besi bisa bertambah hingga 1 mg lagi. Kebutuhan zat besi pada wanita juga meningkat pada saat hamil, seorang ibu tidak saja dituntut memenuhi kebutuhan zat besi untuk dirinya, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janinnya.

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi

1. Mengonsumsi vitamin atau zat penambah darah

2. Olahraga teratur

3. Istirahat yang cukup

Zat besi dari sumber alami dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan seperti:

1. Hati
2. Jantung
3. Kuning telur
4. Kerang
5. Daging sapi
6. Ikan
7. Unggas
8. Kacang-kacangan
9. Nasi beras merah
10. Sayuran hijau seperti daun katuk, daun singkong, daun pepaya, daun bayam.

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia

Jika anda sering merasa cepat lelah, pusing, sakit kepala, penglihatan berkunang-kunang jika berjongkok, sulit berkonsentrasi, dan sakit dibagian dada. Mungkin anda menderita penyakit anemia atau kurang darah .

Anemia terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang normal. Padahal tubuh kita membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang banyak, salah satunya adalah zat besi.

Banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya terkena anemia. Terlebih bila proses terjadinya anemia secara bertahap. Jika ada keluhan, biasanya anemia sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengetahuinya, lakukan pemeriksaan darah lengkap.

Dari pemeriksaan ini dapat diketahui, kadar hemoglobin jumlah dan bentuk eritrosit, dan kondisi hematokrit. Pemeriksaan dengan alat otomatis Electronic Cell Counter yang canggih akan memberikan data yang lebih lengkap.
Bila zat besi dalam tubuh tidak sesuai kebutuhan, maka akan terjadi anemia. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa terjadi karena berbagai sebab.

Pada bayi, kemungkinan disebabkan oleh prematuritas, atau bayi yang terlahir dari seorang ibu yang menderita kekurangan zat besi.

Pada anak-anak, bisa disebabkan oleh asupan makanan yang kurang mengandung zat besi. Sedangkan pada orang dewasa kekurangan zat besi disebabkan oleh pendarahan menahun ata berulang-ulang, yang bisa berasal dari semua bagian tubuh.

Sering lupa makan, kurang tidur, dan terlalu capai, juga merupakan sebagian dai penyebab anemia.
Kondisi bisa bertambah parah bila asupan makanan tidak memenuhi gizi yang cukup.

Posted in Kurang Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment