Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal

Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal  РPenyakit Anemia atau kurang darah adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada penyakit gagal ginjal kronis. Anemia pada pasien PGK bisa memperburuk kondisinya. Gejala anemia pada penderita gagal ginjal atau PGK hampir sama dengan gejala anemia secara umum, antara lain ; terlihat pucat, merasa lemah dan lesu, serta berkurangnya semangat kerja. Hanya saja pada pendeerita PGK seringkali disertai dengan rasa mual dan muntah akibat tingginya racun (uremik toksin) akibat kegagalan ginjal membuang racun tersebut.

Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal

Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal

Penyakit Anemia

Anemia atau kurang darah  sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Kurang darah sangat berkaitan dengan efek terhadap kualitas hidup penderita terutama fatigue (kelelahan yang sangat). Untuk mengatasinya terdapat beberapa terapi antara lain :

  1. Terapi Obat atau Transfusi Darah. Keadaan anemia pada penderita PGK bisa memperburuk kondisi penderitanya. Oloeh sebab itu harus dilakukan terapi pada pasien PGK yang menderita PGK . Terapi yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Sementara pada kondisi berat , terapi pada anemia pasien PGK dilakukan dengan transfusi darah dan suntikan hormon eritropoitin. Pengobatan-pengobatan ini tidak memperburuk kondisi ginjal. Tentu harus diperhatikan efek samping masing-masing pengobatan. Transfusi darah diberikan pada keadaan anemia berat, terutama bila ada gejala-gejala gagal jantung. Transfusi darah akan cepat menaikkan kadar Hb, tetapi mempunyai banyak efek samping . Efek samping transfusi darah antara lain: berpotensi tertular penyakit infeksi (hepatitis, malaria, HIV, dan lain-lain), reaksi alergi atau hemolitik, kelebihan besi dan gagal nafas akibat transfusi (Transfusion Related Acute Lung Injury=TRALI)
  2. Terapi Hormon Testosteron juga dikatakan bisa digunakan untuk terapi anemia pada pasien PGK. Testosteron adalah hormon laki-laki yang mampu menstimulasi produksi sel darah merah oleh sumsung tulang belakang. Hanya saja, efek terapi ini kurang memuaskan, yaitu pada wanita bisa menimbulkan gejala timbulnya rambut berlebih, timbulnya kumis, dan janggut. Sementara pada laku-laki, terapi bisa merangsang pertumbuhan tumor prostat. Sebelum ditemukan hormon erittopoitin memang pernah di coba hormon testosteron untuk memperbaiki anemia pada penderita PGK, tetapi hasilnya kurang memuaskan
  3. Rexcombinant human erythropoitin (EPO) Selain dengan terapi obat dan transfusi darah atau hormon testosteron menurut konsensus manajemen anemi pada PGK (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) yang saat ini menjadi standar untuk terapi hormonal penderita anemi pada PGK adalah Recombinant human Erythropoitin (EPO). EPO adalah suatu hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Sel darah merah mengandung hemoglobin (Hb) yang tugasnya antara lain mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Bila seseorang kekurangan oksigen maka jaringan tubuh, maka jaringan tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk beraktifitas. Kemudian jantung dipacu bekerja lebih keras agar kebutuhan oksigen dapat dipenuhi. Lambat laun jantung menjadi lelah dan disebut gagal jantung. Indikasi pemberian EPO pada PGK adalah bila Hb< 10 gr/dl.

EPO sangat efektif meningkatkan Hb pada penderita PGK. Sudah banyak penelitian yang membuktikan keberhasilan terapi EPO pada penderita PGK. Hanya saja bila Hb terlalu meningkat maka darah akan menjadi terlalu kenbtal sehingga mungkin akan menyebabkan stroke atau efek samping lain. Oleh karena itu, target pencapaian Hb pada penderita PGK adalah 11-12 gr/ dl.

Sebelumnya pasien penyakit anemia atau kurang darah mendapat terapi EPO, pasien PGK terlebih dulu harus melakukan pemeriksaan status kadar besi. Baru terapi EPO dapat diberikan. Bila tidak status kadar besi harus diperbaiki terlebih dahulu.

Pemeriksaan Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal

Pemeriksaan awal yang dilakukan pada penyakit anemia pada penderita gagal ginjal adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik serta untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan hapusan darah yang memang selalu dilakukan. Terkecuali jika memang ada suatu komplikasi yang lain yang umumnya secara morfologis bisa didapat dari suatu gambaran anemia normositi-normokronik serta terkadang juga didapatkan dari sel burr. Retikulosit yang biasanya mengalami menurun. Dan sejak digunakannya eritopoitein pada manusia rekombinan (rHuEpo), pemeriksaan ferritin, transferin dan juga saturasi yang merupakan salah satu bentuk pemeriksaan yang seharinya dilakukan. Ferritin adalah parameter yang sangat baik untuk menilai suatu cadangan besi di tubuh. Dan demikian juga pemeriksaan yang dilakukan pada penyebab anemia yang lain pada kasus gagal ginjal kronik misalnya adalah seperti pemeriksaan asam folat, vitamin B12, hiperparatiroid, intoksikasi alumunium yang juga perlu diantisipasi.

Penatalaksanaan yang dilakukan untuk anemia pada penderita gagal ginjal adalah ditujukan untuk pencapaian kadar Hb > 10 10 g/ dL dan jga Ht > 30%, baik dengan melakukan pengelolaan secara konsenrvatif ataupun juga dengan menggunakan EPO. Jika dengan menggunakan tindakan terapi konservatif target dari Hb dan Ht masih belum tercapai, maka biasanya dilanjutkan dengan melakukan terapi EPO. Dan dampak dari penyakit anemia pada penderita gagal ginjal terhadap suatu kemampuan fisi dan juga mental yang dianggap dan juga menggambarkan dari suatu halangan besar pada rehabilitasi pasien dengan kasus penyakit gagal ginjal terminal.

Walaupun begitu, efek anemia pada oksigenasi jaringan kemungkinan terjadi seimbang pada pasien kasus uremia dengan terjadinya suatu penurnan afunitis oksigen dan juga suatu peningkatan cardiac output saat hematokrit dibawah sekitar 25%. Dan walaupun demikian, masih banyak pasien kasus uremia yang memiliki masalah darah tinggi hipertensi dan miokardiopati. Karena tubuh mempunyai suatu kemampuan untuk bisa mengompensasi dari turunnya kadar hemoglobin dengan meningkatnya cardiac output.

Anemia Pada Penderita Gagal Ginjal


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kurang Darah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *